BPJS Kesehatan atau Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan adalah sebuah lembaga yang dibuat oleh pemerintah dengan tujuan untuk menjamin kesehatan seluruh masyarakat Indonesia. Penyelenggaraan jaminan kesehatan yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan adalah berdasarkan iuran yang dibayarkan oleh masyarakat setiap bulannya. Besarnya iuran yang dibayarkan akan mempengaruhi fasilitas yang diterima saat orang tersebut mengalami sakit dan berobat ke rumah sakit.

Fungsi Bpjs Kesehatan

BPJS Kesehatan tidak hanya memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat Indonesia, tetapi juga memberikan jaminan atas kecelakaan kerja, jaminan kematian tenaga kerja, jaminan hari tua, dan juga jaminan pensiun.

  • Jaminan kecelakaan kerja

Pada jaminan kecelakaan kerja, BPJS kesehatan memberikan jaminan berupa pelayanan kesehatan dan asuransi apabila si tenaga kerja yang terdaftar pada BPJS Kesehatan mengalami cacat akibat kecelakaan kerja yang dialaminya. Sistem ini dilakukan dengan prosedur iuran yang dilakukan oleh perusahaan yang bersangkutan pada setiap bulannya.

  • Jaminan kematian

Pada jaminan kematian yang diberikan oleh BPJS Kesehatan adalah apabila si pekerja meninggal pada saat masa keranya dan akan diberikan santunan kepada ahli warisnya.

  • Jaminan hari tua

BPJS Kesehatan juga memberikan jaminan hari tua kepada para pekerja yang sudah pensiun atau mengalami cacat yang menyebabkan dia tidak bisa bekerja lagi atau meninggal dunia. BPJS Kesehatan akan memberikan santunan kepada pekerja yang bersangkutan.

  • Jaminan pensiun

BPJS Kesehatan juga memberikan jaminan kepada para pekerja yang telah pensiun agar masa tua mereka tetap dapat hidup dengan layak. Santunan ini diberikan kepada mereka yang telah memasuki masa pensiun atau mengalami cacat yang permanen akibat pekerjaannya.

Tugas Bpjs Kesehatan

BPJS Kesehatan sendiri tidak hanya memiliki tugas untuk memberikan jaminan kesehatan serta jaminan lainnya yang terkait dengan kesehatan para pekerja dan masyarakat umum tetapi juga bertugas untuk mengumpulkan iuran yang dilakukan masyarakat. Iuran-iuran tersebut yang nantinya digunakan untuk mendanai biaya operasional rumah sakit jantung serta obat-obatan apabila ada seseorang yang mengalami sakit dan harus berobat atau dirawat inap pada sebuah rumah sakit.

Pada mulanya kehadiran BPJS Kesehatan memang kurang diminati masyarakat. Hal tersebut dikarenakan, pelayanan yang diterima oleh masyarakat yang menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan kurang memadai dan terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara pasien umum dengan pasien BPJS Kesehatan. Namun, seiring berjalannya waktu, BPJS Kesehatan mulai berbenah diri sehingga saat ini pelayanan yang diberikan kepada pasien yang menggunakan BPJS Kesehatan sama dengan pasien pada umumnya.

Dengan semakin banyaknya masyarakat yang tertarik dan ingin menggunakan kartu BPJS Kesehatan, maka saat ini semakin banyak rumah sakit jantung baik swasta maupun negeri yang memberikan pelayanan dengan menggunakan BPJS Kesehatan. Namun, ternyata tidak semua rumah sakit dapat bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Hanya rumah sakit-rumah sakit yang telah memenuhi persyaratan tertentu yang dapat bekerja sama dengan lembaga kesehatan milik negara tersebut.

Syarat Kerja sama Dengan Bpjs Kesehatan

Rumah sakit jantung atau klinik yang bisa menyediakan layanan dengan menggunakan BPJS Kesehatan ternyata harus memenuhi beberapa syarat agar dapat bekerja sama dengan BPJS Kesehatan tersebut. adapun beberapa persyaratan yang harus dipenuhi bagi faskes tingkat pertama berbeda dengan klinik dokter gigi.

  • Klinik dokter gigi

Pada klinik dokter gigi yang ingin bekerja sama dengan BPJS Kesehatan maka harus memenuhi beberapa persyaratan sebagai berikut.

  1. Memiliki surai ijin praktik
  2. Memiliki NPWP
  3. Memiliki perjanjian kerja sama dengan beberapa apotek, laboratorium, ataupun jejaring kesehatan lainnya
  4. Bersedia mematuhi segala peraturan yang telah ditetapkan oleh BPJS Kesehatan
  • Puskesmas

Untuk puskesmas yang ingin menjadi faskes pertama maka ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk dapat bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

  1. Memiliki Surat Ijin untuk beroperasional
  2. Memiliki surat ijin praktik untuk dokter dan dokter gigi yang praktek di puskesmas tersebut, memiliki surat ijin praktik untuk apoteker, dan juga surat ijin kerja untuk tenaga kesehatan lainnya yang bekerja di puskesmas tersebut.
  3. Memiliki perjanjian kerja sama dengan para jejaring kesehatan lainnya serta mau memenuhi semua peraturan yang ditetapkan oleh BPJS Kesehatan

Info penting lainnya yang harus dipenuhi oleh rumah sakit jantung jika ingin bekerja sama dengan BPJS Kesehatan adalah sudah terakreditasi. Rumah sakit yang belum terakreditasi maka tidak bisa melakukan kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Apa pun akreditasi yang dimiliki oleh rumah sakit tersebut baik itu A, B, ataupun C tetap bisa bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Selain itu, masyarakat tetap dapat menggunakan kartu BPJS Kesehatan pada rumah sakit yang belum bekerja sama dengan BPJS Kesehatan hanya apabila dalam keadaan emergency saja. Untuk melakukan pengobatan pada faskes yang lebih tinggi atau pada dokter spesialis, masyarakat juga diminta untuk meminta surat rujukan pada faskes pertama terlebih dahulu.