Perang dagang merupakan konflik ekonomi yang terjadi apabila suatu negara meningkatkan tarif atau bisa dibilang hambatan untuk melakukan ekspor-impor, seperti yang sedang dilakukan oleh Amerika serikat dan China yang kian memanas dan belum kunjung melakukan negosiasi. Meskipun presiden AS membantah komentar netizen mengenai perang dagang tetap saja sangat terlihat bahwa itu merupakan sebuah taktik dagang. Pasalnya Trump mengungkapkan bahwa itu merupakan respons Amerika terhadap kecurangan yang selama ini dilakukan oleh Tiongkok (China) selama bertahun-tahun, termasuk pencurian kekayaan intelektual.

Konflik Apa Yang Sedang Terjadi Antara AS Dengan China?

Setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan keinginannya memasang tarif yang besar untuk barang-barang Tiongkok (China). Pemerintah China membalas mengenakan tarif untuk lebih dari 128 produk Amerika Serikat, dan produk-produk ekspor utama AS seperti kedelai. Pada 6 Juli 2018 Donald Trump mengenakan tarif terhadap barang-barang impor dari China senilai 34 milyar dolar, dengan demikian China juga membalas dengan tarif yang sama. Trump sendiri mengatakan jika tarif itu digunakan demi melindungi keamanan nasional dan kekayaan intelektual bisnis AS.

Apa Dampak Perang Dagang Tersebut Bagi Indonesia?

Perang dagang tak selamanya mengakibatkan dampak-dampak buruk bagi negara-negara lain. Nyatanya beberapa perusahaan asal China berencana merelokasikan pabriknya ke Indonesia. Taktik ini digunakan agar China tidak mengeluarkan biaya sangat mahal jika melakukan ekspor-impor ke Amerika Serikat. Hal ini dikemukakan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, di hadapan para CEO perusahaan swasta maupun BUMN (Badan Usaha Milik Negara). Jokowi mengatakan “Banyak tawaran-tawaran dari perusahaan China yang ingin memindahkan pabriknya ke Indonesia agar terhindar dari tarif impor perang dagang.” Hal ini disampaikan pada saat Jokowi dalam Kompas 100 CEO Forum di Jakarta.

Dengan menyusutnya potensi dagang kedua negara tersebut, Indonesia memiliki kesempatan untuk ikut andil ke dalam pasar masing-masing negara. Seperti kesempatan untuk menggantikan Amerika Serikat mengekspor buah-buahan, baja, aluminium, dan lain sebagainya. Semakin memanasnya hubungan dagang antara Amerika dan Tiongkok yang menyebabkan turunnya ekspor kedua negara tersebut hingga mencapai 5 sampai 8 US milyar dolar. Bagi Indonesia kedua negara tersebut menjadi tujuan ekspor yang sangat penting demi kemajuan ekonomi Indonesia. Berikut ini akan dijelaskan beberapa dampak positif adanya perang dagang tersebut.

Apa Dampak Positif Perang Dagang AS Dan China?

Untuk menghindari efek perang dagang, China memiliki beberapa tawaran menarik kepada negara-negara sekitar, seperti Indonesia. Bagi Indonesia, perang dagang antara Amerika Serikat dan China juga memiliki beberapa dampak positif. Kali ini SiapBisnis.net akan membahas mengenai dampak perang dagang tersebut, antara lain

  • Indonesia memiliki peluang ekspor

Yang pertama ialah, Indonesia memiliki peluang ekspor yang baik terhadap ke dua negara tersebut. Pasalnya kedua negara tersebut merupakan dua negara ekspor utama Indonesia. Dengan tarif mahal yang dikenakan Amerika terhadap China, pastinya China akan mengeluarkan banyak biaya produksi yang merugikan. Maka dari itu Indonesia dapat ikut mengambil alih ekspor yang tadinya diberikan oleh China kepada Amerika, seperti ekspor buah, bahan-bahan mentah baja, aluminium dan lain sebagainya.

  • Indonesia mendapatkan tawaran baik dari China

Karena keadaan ekonomi China yang semakin genting, Indonesia mendapatkan keberkahan dari perang dagang tersebut. Pasalnya Indonesia mendapatkan tawaran dipindahkannya kegiatan perusahaan China ke Indonesia. Sejumlah perusahaan, termasuk Pegatron Corporation, juga kini mengantre untuk menanamkan modal di Indonesia, dan akan diprediksikan investasi akan terus mengalir.

Itulah beberapa dampak perang dagang yang ditimbulkan Amerika Serikat dan China terhadap Indonesia. Semoga dapat menambah wawasan Anda dan bermanfaat.